FMIPA Universitas Udayana Perkuat Kolaborasi Internasional melalui PHITS Workshop and Tutorial 2026

`

Denpasar – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana turut berperan dalam penyelenggaraan International PHITS Workshop and Tutorial 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026 di Universitas Udayana, Denpasar. Kegiatan internasional ini terlaksana melalui kolaborasi Universitas Udayana, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Japan Atomic Energy Agency (JAEA).


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D. Dekan FMIPA Universitas Udayana turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut bersama para pimpinan universitas, perwakilan lembaga mitra, narasumber, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai institusi.


Kehadiran Dekan FMIPA Universitas Udayana menunjukkan dukungan fakultas terhadap penguatan jejaring internasional, peningkatan kompetensi akademik, serta pengembangan penelitian dalam bidang fisika radiasi dan pemanfaatannya untuk kesehatan.


Particle and Heavy Ion Transport Code System atau PHITS merupakan perangkat lunak simulasi berbasis metode Monte Carlo yang dikembangkan melalui kolaborasi JAEA dengan sejumlah institusi di berbagai negara. PHITS digunakan untuk menyimulasikan transportasi berbagai jenis partikel dalam rentang energi yang luas dan telah dimanfaatkan dalam bidang fisika medis, proteksi radiasi, rekayasa nuklir, teknologi akselerator, radiasi ruang angkasa, radioterapi, serta terapi berbasis partikel.


Tutorial utama disampaikan oleh Prof. Tatsuhiko Sato dari Japan Atomic Energy Agency, salah satu peneliti utama dalam pengembangan PHITS. Selama empat hari, peserta memperoleh pembelajaran mengenai instalasi dan penggunaan dasar PHITS, penyusunan geometri tiga dimensi, penentuan sumber partikel, penggunaan tally, pengaturan parameter simulasi, serta latihan simulasi transportasi radiasi.


Selain tutorial teknis, kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan terapi kanker di Indonesia, dukungan penelitian dan inovasi terhadap teknologi terapi kanker, regulasi pemanfaatan radiasi dalam bidang kesehatan, serta perkembangan teknologi Boron Neutron Capture Therapy atau BNCT dan Proton Beam Therapy atau PBT.


Pembahasan tersebut mempertemukan berbagai perspektif dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, rumah sakit, dan industri dalam mendukung pengembangan teknologi kesehatan yang aman, tepat, dan efektif.


Dosen FMIPA Universitas Udayana, Dewa Ngurah Yudhi Prasada, turut berperan sebagai panitia lokal bersama Yohannes Sardjono dari BRIN, Eny Latifah dari Universitas Negeri Malang, dan Ratna Dewi Syarifah dari Universitas Jember. Keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi aktif FMIPA Universitas Udayana dalam membangun jejaring keilmuan pada tingkat nasional dan internasional.


Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis dalam penggunaan PHITS, memperluas jejaring akademik dan penelitian, serta membuka peluang pengembangan penelitian bersama dan inovasi baru dalam bidang fisika radiasi dan teknologi kesehatan.


Bagi FMIPA Universitas Udayana, penyelenggaraan International PHITS Workshop and Tutorial 2026 menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk memperkuat internasionalisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mengembangkan penelitian multidisiplin yang memberikan dampak nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.


Kolaborasi bersama BRIN dan JAEA diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, publikasi ilmiah, peningkatan mobilitas akademik, serta pengembangan teknologi fisika radiasi dan kesehatan.