Dorong Potensi Wisata Herbal, Tim Udayana Mengabdi Latih PKK dan STT Desa Sanda Olah Tanaman Obat Lokal

SANDA, BALI — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Udayana sukses menyelenggarakan kegiatan Program Udayana Mengabdi (PUM) 2026 di Desa Sanda pada Jumat, 28 Agustus 2026. Mengusung tema "Pengembangan Wisata Herbal Di Desa Sanda Melalui Edukasi Sains Populer Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal dan Mikroba Endofitnya", kegiatan ini bertujuan memperkuat potensi Desa Sanda sebagai destinasi wisata herbal berbasis kearifan lokal dan sains.
Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala Desa Sanda, I Wayan Susana, A.Md. Dalam sambutannya, beliau menyambut hangat kehadiran tim pengabdi dan menyatakan apresiasi serta dukungannya atas pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya kelompok perempuan dan pemuda. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan aktif ibu-ibu PKK dalam pengolahan tanaman obat lokal sangat strategis untuk mendukung arah pengembangan Desa Sanda sebagai destinasi wisata herbal yang berkelanjutan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr.rer.nat. apt. Ni Putu Ariantari, S.Farm., M.Farm, sekaligus sebagai narasumber. Dalam pemaparannya yang dikemas secara sains populer dan interaktif, peserta diajak mengenali lebih dalam ragam tanaman obat lokal khas kawasan Desa Sanda, seperti jahe, kunyit, sirih, serai, rosella, dan kopi. Tak hanya penggunaan tunggal, edukasi juga mencakup formulasi kombinasi herbal yang inovatif dan kaya manfaat, seperti paduan jahe-rosella, kunyit-jahe, hingga jahe-telang. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Farmasi dan dosen Fakultas MIPA Universitas Udayana. Dalam sesi pelatihan teknis, peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan perwakilan Sekaa Truna Truni (STT) Desa Sanda dibekali pemahaman komprehensif mengenai :
- Penanganan Simplisia Segar:
Pemilihan dan pembersihan bahan baku yang baik.
- Proses Pengeringan:
Teknik pengeringan yang tepat untuk menjaga kandungan kimia aktif tanaman.
- Penyajian Herbal:
Cara penyeduhan yang benar agar khasiat kesehatan tetap optimal.
- Kemasan & Pelabelan:
Strategi pengemasan menarik dan pembuatan label sesuai standar untuk meningkatkan nilai jual produk (market value).
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Sanda mampu menghasilkan olahan herbal berkualitas yang siap dipasarkan sebagai oleh-oleh khas destinasi wisata herbal setempat. Kegiatan PUM 2026 ini dirancang terintegrasi untuk mendukung 4 poin SDGs yaitu SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan/Good Health and Well-being), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas/Quality Education), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi/Decent Work and Economic Growth) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan/Partnerships for the Goals).



UNIVERSITAS UDAYANA