Tugas Akhir

Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Rimpang Jeringau (Acorus calamus Linn.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

Skripsi

Abstrak

Oleh : Putu Prisanti Putri Utami

Email : prisantiputri@ymail.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam / S1 Kimia

Isolasi minyak atsiri dari rimpang jeringau (Acorus calamus Linn) dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus (S. aureus) telah dilakukan. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri rimpang jeringau serta aktivitas antibakterinya terhadap E. coli dan S. aureus. Ekstraksi minyak atsiri dilakukan dengan metode destilasi uap, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumur difusi, dan identifikasi dilakukan dengan kromatografi gas-spektroskopi massa (KG-SM). Ekstraksi 10 kg rimpang jeringau menghasilkan 16,53 g minyak atsiri dengan rendemen 0,1653% (b/b) dan berat jenis 1,066 g/mL. Hasil uji aktivitas antibakteri E. coli dan S. aureus terhadap minyak atsiri konsentrasi 10% (v/v) menunjukkan aktivitas kuat dengan diameter hambat masing-masing sebesar 11,33 mm dan 13,57 mm. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dari minyak atsiri terhadap E. coli adalah 4% dengan zona hambat sebesar 6,67 mm, sedangkan untuk S. aureus adalah 0,4% dengan zona hambat sebesar 8,83 mm. Identifikasi senyawa dengan kromatografi gas-spektroskopi massa (KG-SM) menunjukkan 10 komponen senyawa penyusun minyak atsiri rimpang jeringau dan hasil analisis setiap puncak berdasarkan pendekatan database diduga senyawa penyusun minyak atsiri adalah trans-ocimen, linalool, beta-elemen, metil trans-isoeugenol, shyobunon, bisiklogermakren, dehidroksi-isokalamendiol, alfa-kalakoren, euasaron, dan asaron. Euasaron dan asaron diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3